PERKEMBANGAN KOKNITIF

ANAK

Masa anak-anak sering juga disebut dengan masa ke emasan atau juga periode golden age, karena masa ini tidak dapat diulang kembali dan pada masa ini perkembangan anak meningkat dengan pesat, seperti anak mengalami peningkatan tinggi badan dan berat badan, kemampuan menulis dan membaca, peran orang tua sangat penting dimasa ini untuk memperhatikan perkembangan dan kesehatan anak, mulai dari memperhatikan emosinya, perkembangan fisik, perkembangan motorik, perkembangan kognitif, dan bahasa.

Salah satu perkembangan anak adalah perkembangan koknitif, yaitu perkembangan yang meliputi proses mengingat, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan,perkembangan ini terjadi berbeda-beda terhadap setiap anak. Terdapat empat tahapan perkembangan kognitif anak berdasarkan teori piaget

1.      Tahap Sensorimotor (usia 18-24 bulan)

 

Pada masa ini bayi mulai belajar tentang dunia sekitar,dengan mengoordinasikan

Penglihatan dan pendengaran , menyentuh dan menjangkau

 

2.      Tahap praoperasional ( usia 2-7 tahun)

 

anak berfikir pada tingkat simbolik tapi belum menngunakan operasi kognitif,yang artinya anak tidak bisa menggunakan logika, mempresentasikan peristiwa dan objek serta terlibat dalam permainan simbolik

 

3.      Tahap operasional konkret (usia 7-11 tahun)

 

Tahan operasional konkret ditandai dengan perkembangan pemikiran terorganisir dan rasional,piaget menganggap tahap konkret sebagai titik balik utama dalam perkembangan kognitif anak ,karena menandai pemikiran logis

 

4.      Tahap operasional formal (usia 12 tahun ke atas)

 

Saat memasuki tahap ini atau tahap remaja memperoleh kemampuan berfikir secara abstrak dengan memanipulasi ide dikepalanya,tanpa ketergantungan pada manipulasi konkret, seorang remaja mampu menalardan,berfikir kreatif,membayangkan hasil dari tindakannya, melakukan perhitungan matematis

 

Perkembangan kognitif sangatlah penting untuk diperhatikan walaupun kadang orangtua lebih banyak memperhatikan perkembangan fisik pada tubuh anak karena tampak dengan jelas, keduanya sama- sama penting jadi alangkah lebih baik adalah diperhatikan dengan seimbang,berikut adalah tahapan perkembangan kognitif anak yang dapat menjadi bahan pengamatan :

a.       Usia 0-3 bulan

-          Mulai fokus pada objek bergerak

-          Dapat menemukan perbedaan nada dan volume berbicara

-          Mengenali rasa manis, asin , pahit, dan asam

-          Melihat berbagai warna dalam spektrum visual manusia

-          Dapat melihat benda dengan jelas dalam jarak 30 cm

 

b.      Usia 3-6

-          mengenali wajah anggota keluarga

-          Merespon ekspresi wajah orang lain

-          Mengenali dan merespon suara-suara disekitar

-          Dapat Mulai menirukan ekspresi wajah orang lain

 

c.       Usia 6-7 bulan

-          Mencontoh gerakan atau tindakan seperti bertepuk tangan

-          Dapat menggunakan gestur dan sura untuk menanggapi

-          Senang melihat buku-buku bergambar

-          Mencoba menembatkan benda satu ke benda lain

 

d.      Usia 1-2 tahun

-          Paham dan menanggapi kata-kata

-          Mengerti penggunaan kata ganti nama orang “aku” “kamu”

-          Meniru tindakan dan ucapan orang dewasa

-          Mempelajari linkungan sekitar dengan menjelajahinya

 

e.       Usia 2-3 tahun

-          Dapat menyebutkan objek berdasarkan kategori,seperti hewan,bunga,tumbuhan,dan benda benda di sekitar

-          Mengikuti tinakan orang dewasa yang rumit

-          Menanggapai perintah sederhana dari orang tua

-          Mencocokkan benda dengan kegunaan

 

f.       Usia 3-4 tahun

 

-          Dapat mulai aktif mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan

-          Mendengarkan intruksi dan mulai mengamati

-          Mampu mengatur benda berdasarkan ukuran dan bentuknya

-          Rasa ingin tau yang kuat untuk mendapatkan informasi, sehingga sering mengajukan pertanyaan “mengapa”

 

g.      Usia 4-5 tahun

-          Mampu mengidentifikasi warna-warna yang lebih kompleks

-          Mampu mengambar bentuk orang

-          Menggambar benda kesukaan

-          Berhitung satu sampai 5

-          Dapat mengetahui dan memberi tahu tempat tinggalnya

 

Sangatlah penting untuk mengembangkan kognitif pada anak usia dini supaya anak mampu melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitar, melalui pengembangan ini fungsi pikir dapat digunakan dengan cepat dan tepat dalam mengatasi situasi untuk memecahkan masalah. Piaget dalam teorinya membahas pandangannya tentang bagaimana anak belajar.dalam perkembangan intelektual ada 3 hal penting yang menjadi perhatian ;

1.      Struktur, piaget memandang ada hubungan fungsional antara tindakan fisik, tindakan mental dan perkembangan struktur-struktur

2.      Isi,merupakan pola perilaku anak yang khas yang tercermin pada respon yang diberikan terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya

3.      Fungsi, adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual

Perkembangan intelektual mempunyai dasar dua fungsi yaitu organisasi dan adaptasi         Organisasi, memberikan setiap organisme kemampuan untuk megestimasikan atau mengorganissasi proses-proses fisik atau psikologis menjadi sistem-sistem yang teratur dan berhubungan. Adaptasi,terhadap lingkungan dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi

Perkembangan kognitif anak mengacu kepada kemampuan yang dimiliki seorang anak untuk memahami sesuatu. Tahapan perkembangan kognitif anak usia dini dibagi menjadi empat tahap seperti diatas. Masa kanak-kanak adalah periode diaman anak belajar menguasai keahlian tertentu dan menghadapi tugas-tugas baru. Setelah mengetahui tahapan-tahapan dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kognitif anak, perlu juga diketahui berbagai cara untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak , yang pertama adalah belajar bermain puzzle permainan ini dapat merangsang otak kanan sehingga anak akan lebih aktif dalam berfikir,yang keduan adalah bernyanyi atau bermain alat musik . alat musik juga dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak , yang ketiga dalah bermain peran, adapun untuk anak usia nol sampai dua tahun yaitu dengan cara menirukan isyarat-isyarat yang baru di dengar atau dikenal oleh mereka,memahami kata minimal dua kata depan atau bahasa sederhana yang tidak terlalu rumit. Memperlihatkan ketertarikan dan ingin tahu pada sekitarnya dengan membongkar sesuatu.

 

 

 

 

 

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar