KONSEP DASAR MINAT DAN BAKAT ANAK

 

Semua orang memiliki sesuatu hal atau kegiatan yang disukai dan dikuasai lebih dari kegiatan-kegiatan lainnya, nah kemampuan dan ketertarikan itu bisa diartikan sebagai bakat dan minat,bakat dan minat berbeda-beda dan beragam di setiap orang. Misalnya bakat menari, bakat dibidang musik, bakat melukis, dan lain lain yang tentunya didasari oleh berbagai faktor.

Apa itu yang dimaksud dengan bakat dan minat ? bakat merupakan kemampuan atau talenta yang membangun kekuatan pribadi seorang anak menuju masa mendatang. Orang yang dikatakan mempunyai bakat dibidang tertentu ketika orang menjalani kegitan tersebut dia mampu dan dapat melakukannya lebih cepat dari pada orang lain atau orang biasa. Selain itu bakat juga diartikan sebagai kemampuan yang ada di dalam seseorang sejak lahir dimana kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mempelajari sesuatau dengan cepat dan dengan hasil yang baik.

Bakat juga dipengaruhi beberapa faktor seperti tingkat pendidikan yang didapatkan seseorang, faktor lingkungan sekitar yang mendukung bakat seseorang, struktur saraf motorik yang baik, motivasi dan minat seseorang untuk belajar serta mengasah bakatnya.

Selain faktor terdapat juga jenis-jenis bakat, secara umum  bakat dibagi menjadi dua jenis, yaitu bakat umum dan bakay khusus, pengertiannya sebagai berikut :

Bakat umum : Bakat umum adalah kemampuan berupa potensi dasar didalam diri seseorang yang bersifat umum. Dengan kata lain, bakat umum  ini dimiliki oleh setiap individu dan menjadi sesuatu yang lumrah. contohnya, mampu berbicara, mampu berpikir, mampu berjalan atau bergerak, mampu menulis dan membaca, dan lain-lain.

Bakat khusus : Bakat khusus adalah suatu kemampuan atau potensi khusus yang dimiliki oleh seseorang. Dengan kata lain, tidak semua orang memiliki bakat khusus yang sama antara satu orang dengan orang lainnya. contohnya,

·         Bakat verbal, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam verbal yang ditunjukkan dengan konsep atau dalam bentuk kata kata.

·         Bakat numerial, yaitu kemampuan khusus seseorang di bidang bentuk angka atau matematika.

·         Bakat skolastik, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal-hal yang berhubungan dengan angka dan kata. Jenis bakat ini mencakup kemampuan berpikir, penalaran, mengurutkan, menciptakan hipotesis, pandangan hidup yang bersifat rasional dan lainnya. Biasanya pekat seperti ini ditemukan pada seorang ilmuwan, akuntan, pemograman atau sejenisnya.

·         Bakat abstrak, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal membuat pola, rancangan, ukuran, bentuk atau posisi posisinya. Bakat mekanik, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam bentuk prinsip umum IPA, alat-alat, tata kerja atau lainnya.

·         Bakat relasi ruang, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal mengamati atau menceritakan pola dua dimensi maupun berpikir dalam tiga dimensi. Bakat ini biasanya dimiliki oleh fotografer, artis, pilot, arsitek atau profesi lainnya.

·         Bakat ketelitian klerikal, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal tulis-menulis, meramu dan di bidang laboratorium.

·         Bakat bahasa, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam penalaran analisis bahasa. Bakat ini sangat dibutuhkan pada bidang penyiaran, hukum, editing, pramuniaga, jurnalistik atau profesi lainnya yang sejenis.

 

                Apa itu minat? Minat adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memperhatikan dan lebih memfokuskan diri pada sesuatu yang lebih diminati yang muncul dari perasaan yang senang maupun perasaan rasa puas. Dapat kita definisikan bahwa minat itu merupakan suatu perangkat mental yang biasanya terdiri dari suatu campuran dari perasaan kita, harapan kita, pendirian kita, prasangka kita, rasa takut atau dari kecenderungan lain yang lebih mengarahkan individu kepada suatu dari pemikiran kita sendiri. Jadi seluruh kemampuan yang ada pada diri seseorang itu lebih mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya. minat terbagi menjadi tiga :

1.       Aspek Kognitif

Berdasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang pernah dipelajari baik di rumah, sekolah dan masyarakat serta dan berbagai jenis media massa.

2.       Aspek Afektif

Konsep yang membangun aspek kognitif, minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Berkembang dari pengalaman pribadi dari sikap orang yang penting. yaitu orang tua, guru dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media massa terhadap kegiatan itu.

3.       Aspek Psikomotor

Berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi, urutannya tepat. Namun kemajuan tetap memungkinkan sehingga keluwesan dan keunggulan meningkat meskipun ini semua berjalan lambat (Hurlock, 1999).

                Bakat pada anak perlu diketahui, pengukuran bakat dapat dilakukan melalui tes bakat, atau memalalui interview yang perbincangannya biasanya dikaitkan dengan hobi dan aktivitas lain yang menrik minta anak. Sedangkan pengukuran pada minat lebih menggunakan metode observasi karena minat ini mempunyai keuntungan  bisa mengamati minat anak-anak dalam kondisi yang sangat wajar yang tidak dibuat-buat.

setelah mengetahui bakat dan minat maka seharuanya adalah mengembangkan bakat dan minat tersebut, pengembangan bakat dan minata dapat dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut :

1.       Memberikan stimulus, memberikan rangsangan kepada anak untuk lebih bisa bereksplorasi terhadap lingkungan dan terhadap diri anak tersebut

2.       Mengamati tingkah laku, orang tua mulai mengobservasi pada jenis kegiatan menurut kemauan si anak sehingga anak tersebut merasa senang bahkan ingin melakukan secara berkali-kali

3.       perhatikan kecerdasan,setiap anak tentunya memiliki kecerdasan masing-masing, tidak ada anak yang tidak pintar karena anak tersebut mempunyai 9 jenis kecerdasan yang dimiliki oleh anak yaitu meliputi : kecerdasan bahasa, kecerdasan logika, kecerdasan visual spasial. 

 

NAMA : JAMI’ATUS SA’ADAH

NIM :  210105110005

 

 

 

 

 

 

 

Komentar