PENGAMBILAN KEPUTUSAN, PEMECAHAN MASALAH, PROSES KREATIF,
PENGEMBANGAN KREATIVITAS
A. MENGAMBIL KEPUTUSAN
Sejak dini, anak
seharusnya bisa dididik untuk memilih dan mengambil keputusan. Misalnya dengan
memberikan beberapa mainan berbagai bentuk, yang bisa dia pilih. Sayangnya,
tanpa kita sadari, sebagai orangtua kita berusaha mengarahkan pilihan anak.
Atau malah lebih parah, mengambil keputusan untuk anak karena menurut kita itu
yang lebih baik. Akhirnya, anak tidak bisa belajar cara memilih dan mengambil
keputusan, karena kedua hal tersebut selalu dilakukan orangtua. Contoh
sederhana, kita memilihkan baju mana yang akan dipakai anak, sekolahnya, dan
lain sebagainya. Jika hal ini terus berlangsung, dalam jangka panjang, akibatnya
anak akan menjadi pribadi yang plin pan, tidak bisa mengambil keputusan untuk
hal yang penting dalam hidupnya.
dengan mengajari anak mengambil keputusan dapat
menghasilkan manfaat kepada anak sebagai berikut
1.
Mencegah Tantrum
kenapa
bisa mencegah tantrum karena pada dasarnya nak yang tantrum adalah anka yang tidak dapat mengendalikan diri atau
tidak memiliki kendali dan secara naluriah
manusia ingin merasa memiliki kontrol
terhadap apa saja dalam hidupnya
termasuk anak usia dini. anak bayi yang mengalami tantrum adalah perasaan
mereka bahwa tidak memiliki kekuasaan untuk memilih. jadi membiarkan si kecil
memilih, akan membuat mereka merasa punya pilihan dan kontrol atas keadaan. Hal
ini menjadi kunci untuk mencegah tantrum. Tentunya kekuasaan si kecil masih
harus dalam kontrol dan pengawasan orangtua agar jangan sampai berlebihan.
2.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Mereka
pengambilan keputusan tentunya dapat
meningkatkan kepercayaan diri seorang anak
3.
Memberikan Mereka Harga Diri
Menghargai pilihan si kecil yang tampak remeh,
bisa menjadi cara untuk meningkatkan rasa harga diri mereka dan membuat si kecil
memahami nilai diri mereka sendiri
4.
Anak belajar mengenai tanggung jawab
5.
Mengembangkan kompetensi kreatif mereka
anak kecil sangatlah kreatif, terkadang orang
dewasa kalah kraetif dengan anak, dan suka membatasi kegiatannya
6.
Biarkan Mereka Belajar Keterampilan Memecahkan
Masalah
dengan memberikan kesempatan kepada anak,
tentunya anak akan memiliki intuisi untuk memcahkan masalahnya dan lebih
mandiri
B.
PEMECAHAN MASALAH
Kegiatan
Anak usia dini dalam kehidupan sehari-
hari adalah bermain namun dari situ mereka juga agae mampu mencari solusi dan
memecahkan masalah. terdapat beberapa tips bagi oranng tua untuk membantu
stimulasi pemecahan masalahnya sendiri yang pertama adalah bantu anak untuk
menemukan jawaban dan solusi mereka sendiri, yang kedua berikanlah pujian
kepada anak usia dini, ketiga fokus pada kemampuan anak dengam tidak memaksakan
kehendak orang tua, ke empat pehami perasaan anak ketika anak belum berhasil
mencapai sesuatu yang diinganikan, kelima dorong anak untuk berfikir
merencanakan, dan menilai kembali sebelum bertindak, yang keenam ajari anak
bagaimana cara mereka dapat bertahan dari perasaan sulit atau menyenangkan. tak
hanya hal diatas ada juga permainan yang dapat menstimulasi pemecahan masalah anak. contohnya adalah bermain
puzzle dengan bermain ini anak dapat
berpikir dengan baik bagaiman cara menyusun potongan-potongan supaya menjadi
bentuk yang sempurna, yang kedua adala bermain leggo Permainan ini merupakan
sebuah tantangan karena membutuhkan pemikiran tentang apa yang harus dibangun
dan bagaimana untuk menempatkan potongan yang sama untuk mendapatkan desain
yang bagus, kemudian adalah bermain mengikuti pola Kegiatan sederhana ini dapat
dimainkan dengan balok, kemudian membuat pola dengan balok dan meminta anak
untuk melanjutkan pola tersebut, cerita dan pertanyaan Biasakan untuk
mengajukan pertanyaan selama bercerita bersama anak. Hal ini dapat mengembangkan keterampilan berpikir Higher-order
thinking pada anak.permainan papan, Permainan papan
adalah cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.
Mulailah dengan permainan sederhana seperti Ludo, atau ular tangga
C. PROSES KREATIF ADAN PERKEMBANGAN KREATIF
ANAK USIA DINI
Seperti yang sudah diketahui
sikecil sangatlah kreatif, buka hanya sekedar kreatif memilih warna dan
menggambar namun juga kreatif dalam berfikir, pemecagan masalah dan juga
penerapan pengetahuannya. Permainan dan aktifitas kreatif sangat mempengaruhi
perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini. sebagai orang tua tentunya tidak
akan lepas untuk mendampingi si kecil
maka berikut ini adalah cara orang yua untuk mendukung perkembangan kreatifitas
anak usia dini.
Tahap-tahap perkembangan Kreaivitas anak usia 1-6 tahun
1. Usia 1 tahuh
anak lebih tertarik untuk menggenggam, mengunyah, menghentak,
dan meremas ketika ia berusaha untuk menciptakan sesuatu. Biasanya, di usia
satu tahun anak senang untuk menikmati pengalaman sensoris, seperti bermain
air, buku, atau tekstur.
2. Usia 2 tahun
Pada usia dua tahun, anak- anak sedang dalam masa senang
untuk corat-coret. Ini merupakan produk aktivitas fisik yang dihasilkan oleh
gerakan bahu, dibanding siku atau pergelangan tangan yang belum sepenuhnya bisa
dikendalikan oleh anak – hal ini terlihat dar hasil coretannya yang masih tidak
teratur.
3. Usia 3 tahun
Memasuki usia tiga tahun – kreativitas anak masih dalam tahap
yang sama ketika ia berada di usia dua tahun. Si kecil masih gemar untuk
mencorat-coret atau menggambar sesuatu di atas kertas. Tetapi, umumnya bentuk
coretan anak sudah lebih rapih dan teratur dibanding usia sebelumnya.
4. Usia 4 tahun
Pada tahap perkembangan kreativitas ini – anak pasti senang
jika diajak untuk meluapkan idenya menggunakan krayon, cat, gunting, lem, dan
kertas. Mudahnya, ia senang diajak membuat suatu kerajinan tangan.
5. Usia 5 tahun
Di usia lima tahun, kamu bisa mengajak anak untuk melakukan
sejumlah permainan kreatif dan imajinatif. Kegiatan ini dapat memupuk imajinasi
dan mengembangan keterampilan dalam memecahkan masalah, berpikir, dan
meningkatkan kemampuan motoriknya.
6.
Pada usia ini, anak lebih sering
menghabiskan waktu untk memperbaiki dan mengembangkan keterampilan yang sudah
ia pelajari sebelumnya. Anak mungkin mulai detail dalam setiap karya yang ia buat, mampu
bercerita dan menggambarkan perasaannya, dan mulai bisa menyuarakan pendapat
mengenai sesuatu hal yang mungkin ia senangi atau tidak disenangi.
NAMA : JAMI’ATUS SA’ADAH
NIM : 210105110005
Komentar
Posting Komentar