MENGENAL KONSEP DASAR KELAS TEMATIK TERHADAP
PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI
Apa itu
kelas tematik? Dalam proses pembelajaran upaya perkembangan kognitif anak
tentunya memerlukan pemelajaran yang konkrit, holistik, dan herarti. Nah
pembelajaran tematik ini adalah pembelajaran yang terpadu yang menggunakan tema
untuk setiap mata pelajarannya sehingga dapat memberikan pengalaman yang
bermanfaat untuk anak usia dini. Terdapatnya tema pada proses pembelajaran akan
memberi kemudahan memahami isi dari pembelajaran yang berkaitan dengan aspek
perkembangan-perkembangan.. Menurut Rusman dalam (Imas, 2017) mengatakan bahwa
pembelajaran tematik merupakan salah satu model dalam pembelajaran terpadu yang
memungkinkan siswa, baik secara individu maupun kelompok, aktif menggali dan
menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan
autentik. Pembelajaran kelas tematik memiliki banyak konsep, diantaranya adalah
berpusat pada anak Anak diberi kebebasan
untuk mengeksplor potensinya, mengeluarkan pendapatnya sesuai dengan
pengalaman-pengalaman yang mereka alami dengan penerapan yang ada di dalam tema
Adapun karakteristik dari kelas tematik, yakni ; berpusat pada siswa,
memberikan pengalaman langsung pada anak, menyajikan konsep dari berbagai mata
pelajaran, bersifat fleksibel, dan hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan
kebutuhan siswa menggunakan prinsip belajar sambil bermain dengan proses yang
menyenangkan bagi anak usia dini. Perangkat yang dibutuhkan
dalam menunjang kelas tematik yaitu kurikulum 2013. Seorang guru harus
memiliki perangkat pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013, disana
terdapat silabus, KIKD, Program Tahunan, Program Semester, Rencana Pembelajaran
Mingguan, Rencana Pembelajaran Harian. Dalam hal ini, guru harus membuat
seperangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yang sudah ada temanya.
Pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 bersifat interaktif, tidak berpusat
terhadap guru saja melainkan pembelajaran ini lebih berpusat pada aktivitas
anak. Dalam kurikulum ini proses pembelajaran dituntut aktif dan guru dituntut
untuk mengerti karakteristik siswany
Karakteristik kurikulum 2013 diantaranya
adalah mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spriritual dan
sosial, rasa ingin tahu, kreatif, kerjasama dengan kemampuan intelektual dan
psikomotorik. Tujuan dari kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia indonesia
agar menjadi pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif,
inovatif, dan efektif, mampu berkonstribusi dengan kehidupan bermasyarakat
Pengolahan kelas merupakan keterampilan
guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal. Dalam
artian pengelolaan kelas lebih fokus pada pelaksanaan kegiatan dan pelaku
kegiatan sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.
Adapun tujuan pengelolaan kelas adalah menyediakan fasilitas, menciptakan dan
memelihara kondisi optimal di dalam kelas sehingga peserta didik dapat belajar
dan bekerja di dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dengan baik.
pengelolaan kelas tematik dibedakan
menjadi dua jenis :
1.
Pengelolaan kelas preventif
Pengelolaan kelas
preventif merupakan upaya yang berasal dari inisiatif seorang guru untuk
menciptakan kondisi proses belajar mengajar yang menguntungkan. Dalam
penerapannya pengelolaan kelas preventif dilakukan dengan memberikan contoh
berupa tindakan, pemberian informasi, dan motivasi belajar yang tinggi. Dengan
demikian proses pembelajaran di kelas akan bersifat lancar dan kondusif
2.
Pengelolaan kelas kuratif
Pengelolaan kelas kuratif merupakan
pengelolaan kelas yang dilaksanakan karena adanya penyimpangan tingkah laku
peserta didik. Dengan demikian pada jenis pengelolaan kelas kuratif peran guru
merupakan syarat utama dalam mengembalikan kondisi kelas seperti semula tanpa
adanya gangguan baik yang berasal dari peserta didik itu sendiri maupun faktor
eksternal.
Dalam pengelolaan kelas tematik
tentunya tidak terlepas dari subjek atau
sasaran yang menjadi titik tumpu berhasil tidaknya pengelolaan kelas itu
sendiri. Pengelolaan kelas terdiri dari dua bagian. Yang pertama pengelolaan
fisik, pengelolaan fisik merujuk pada tataletak. Sumber belajar untuk
anak usia dini sekiranya adalah bahan yang mudah dikelola, aman dan
efisien untuk anak usia dini. Selain itu
perlu diperhatikan di dalam penyetingan kelas pembelajaran untuk anak usia dini
diantaranya adalah sebagai berikut
1. Penataan ruangan
sesuai tema-tema yang sedang dilaksanakan dalam pembelajaran.
2. Penataan posisi anak
saat pembelajaran, contohnya anak-anak dapat duduk berkelompok menggunakan
kursi ataupun karpet.
3. Melakukan
pembelajaran di dalam atau diluar kelas sesuai kebutuhan tema
4. Menghias dinding
kelas dengan kumpulan hasil karya anak.
5. Peletakan dan
penyimpanan alat bermain diatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya
sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti
kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan dan kebiasaan mengatur kembali
peralatan.
6. Merancang kelas agar
menyenangkan dan menyediakan mainan-mainan yang disukai anak seperti puzzle,
balok dan lain-lain
Demikianlah pengertian, pengolahan dan penataan kelas tematik semua itu
perlu dilakukan dengan baik supaya terwujudnya tujuan dan tentunya supa proses
belajar belajar terlaksana dengan sempurna dan berguna bagi proses perkembangan
anak.
terimakasih semoga bermanfaat.
NIM : JAMI’AUS SA’ADAH
NIM : 210105110005
Komentar
Posting Komentar