PENILAIAN DAN EVALUASI PADA PAUD

            Evaluasi dalam pendidikan merupakan komponen yang sangat penting di dalam pendidikan dan proses pembelajaran. Proses pembelaran sendiri dipandang sebagai proses  perubahan tingkah laku siswa, peran evaluasi proses pembelajaran menjadi sangat penting. Evaluasi ini merupakan suatu proses yang dilakukan dengan  mengumpulkan, menganalisa dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaiian tujuan pembelajaran oleh peserta didik. Sistem evaluasi yang baik tentunya yang dapat memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu pengajar untuk merencanakan strategi pembelajaran. Sedangakan bagi seorang peserta didik sistem evaluasi yang baik dapat memberikan motivasi meningkatkan kemampuannya. Menurut Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses pembelajaran adalah Mengambil keputusan tentang hasil belajar, Memahami siswa, Memperbaiki dan mengembangkan program pengajaran.  Selain itu pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya siswa dalam peoses pembelajaran.

      Ketidak berhasilan proses pemeblajaran disebabkan oleh kemampuan siswa yang rendah, kualitas materi pelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak, jumlah bahan pelajran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang diberikan, komponen poses belajar dan mengajar yang kurang sesuai dengan tujuan yang telah diteteapkan oleh guru itu sendiri.  Guru yang bertanggung jawab dengan pengajarannya harus mengevaluasi pengajarannya supaya dapat mengetahui perubahan yang seharusnya diadakan. Selain itu mengevaluasi siswa juga perlu degan cara sistematis supaya dapat menggambarkan kemampuan para siswa yang dievaluasi. Dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah atau khusunya di kelas, guru adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas hasilnya. Kesalahan utama yang sering terjadi di antara para guru adalah bahwa evaluasi hanya dilakukan pada saat-saat tertentu, seperti pada akhir materi, pertengahan, atau akhir suatu program pengajaran. Penyimpanganpenyimpangan dalam mengevaluasi pun dapat terjadi apabila guru tersebut memanipulasi hasil belajar siswanya (Sukardi, 2011: 2) 

            Terdapat konsep-konsep penting penilaian dan evaluasi, pengertian penilaian sendiri dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah Assessment yang berarti menilai sesuatu. Menilai itu sendiri bararti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mengacu pada ukuran tertentu seperti menilai baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh, tinggi atau rendah, dan sebagainya (Djaali & Pudji Muljono, 2007). Perlu diketahui bahwa terdapat  konsep-konsep penting penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran anak usia dini, pokok bahasan yang harus diperhatikan, terdapat 4 bahasan yaitu istilah-istilah dalam evaluasi, prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran PAUD, karakteristik evaluasi pembelajaran PAUD, dan juga tujuan evaluasi. Evaluasi pembelajaran PAUD memiliki beberapa prinsip, menurut Waseso dkk (2005:1.22) Ada prinsip dasar evaluasi pembelajaran di TK yakni: Komprehensif Evaluasi hendaknya mencakup seluruh aspek yang akan dinilai, baik untuk bidang pengembangan kemampuan dasar dan bidang pengembangan perilaku. Keterandalan atau Reliabilitas evaluasi yang baik seharusnya memiliki kepercayaan yang tinggi (reabilitas) dari hasil yang telah dicapainya tanpa banyak dipengaruhi unsur waktu dan orang yang melakukannya. Kesahihan atau validitasevaluasi yang baik hendaknya mengevaluasi secra tepat apa yang akan dievaluasi, dengan mengupayakan alat evaluasi yang tepat. Obyektif artinya bahwa penafsiran terhadap informasi dalam evaluasi harus apa adanya sesuai kenyataan, menghindarkan diri dari subdjektifitas sehingga akan menghasilkan nilai yang relative sama meskipun penilaiannya berbeda. Kontinu atau berkesinambuangan. artinya memiliki manfaat atau nilai guna pembelajaran secara keseluruhan.

                Penilaian sendiri memiliki tujuan diantaranya adalah Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah di berikan.  Mengetahui kemajuan belajar siswa, baik sebagai individu maupun anggota  kelompok/kelas  setelah  ia  mengikuti  pendidikan  dan pembelajaran dalam jangka waktu yang telah di tentukan. Untuk mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap peserta didik terhadap program pembelajaran. Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah di tetapkan. Untuk mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keunggulan peserta didik dapat di jadikan dasar bagi guru untuk memberikan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut, sedangkan kelemahannya dapat dijadikan acuan untuk memberikan bantuan atau bimbingan. Untuk seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu. Untuk menentukan kenaikan kelas. Untuk menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang di milikinya Mengetahui  tingkat  efektifitas  dan  efisiensi  berbagai  komponen pembelajaran  yang  di pergunakan  guru  dalam  jangka  waktu tertentu. Komponen  pembelajaran  itu  misalnya  menyangkut perumusan materi pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran, media, sumber  belajar,  dan  rancangan  sistem  penilaian  yang dipilih. Menentukan tindak lanjut pembelajaran bagi siswa, dan membantu  siswa  untuk  memilih  sekolah,  pekerjaan,  dan  jabatan yang sesuai dengan bakat, minat, perhatian, dan kemampuannya. Penilain belajar juga dapat berefek kepada motivasi belajar anak, seperti peserta didik  akan lebih semangat kalau mengetahui nilainya  bagus dan peserta didik akan berusaha lebih baik kalau nilainya jelek  

                Sebagi seorang guru tentunya memiliki kewajiban dan tuntutan utuk menilai perserta didiknya dalam pembelajaran, terdapat beberapa hal yang berhubungan dengan kemampuan guru dalam menilai belajar peserta didik diantaranya guru harus memiliki kemampuan untuk menyusun soal berdasarkan indikator, memeriksa jawaban peserta didik, mengolah dan menganalisis hasil penelitian, memilih soal soal berdasarkan daya pembeda, memperbaiki soal yang belum valid. Terdapat beberapa pelaksanaan dan beberapa teknik yang dapat dilakukan di PAUD yang perta adalah observasi/pengamatan, wawancara (percakapan), penugasan (formatif assesment), unjuk kerja, pemeriksaan medis

 

 


Komentar