PERENCANAAN KEGIATAN UNTUK ANAK USIA DINI
Perencanaan Kegiatan
Perancanaan
sangatalah penting diberbagai bidang terutama dibidang pendidikan khususnya
pada PAUD. Perencanaan menurut Bintoro Tjokroaminoto adalah proses
mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sitematis yang akan dilakukan untuk
mencapai tujuan tertentu dan menurut Sa’ud dan Makmum, perencanaan pendidikan adalah suatu kegiatan melihat masa depan
dalam hal menentukan kebijakan, prioritas dan biaya pendidikan dengan
memprioritaskan kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial dan politik
untuk mengembangkan sistem pendidikan negara dan peserta didik
yang dilayani oleh sistem tersebut. Pengertian dari perencanaan dapat disimpulkan didalamnya
terdapat beberapa konsep diantaranya adalah suatu
rumusan rancangan kegiatan yang ditetapkan berdasarkan visi, misi dan
tujuan pendidikan, memuat langkah atau prosedur dalam proses kegiatan untuk mencapai
tujuan pendidikan, merupakan alat kontrol pengendalian perilaku warga satuan
pendidikan (kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, komite sekolah), memuat
rumusan hasil yang ingin dicapai dalam proses layanan pendidikan kepada peserta
didik; dan menyangkut masa depan proses
pengembangan dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu, yang lebih
berkualitas. Tujuan
pembelajaran pada PAUD (pendidikan anak Usia Dini) yaitu
membantu anak untuk mencapai tahap-tahap perkembangannya, sehingga perlu
direncanakan agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Perencanaan
pendidikan untuk anak usia dini tidak
lain untuk menciptakan pendidikan yang berkualiatas, yang akan menghasilkan aspek-aspek
perkembangan pada anak usia dini berkembang dengan baik terutama dalam aspek kognitif. Terdapat
beberapa kegiatan yang mampu menstimulasi perkembangan kognitif anak
diantaranya sebagai berikut :
1.
Tradisional
Terdapat beberapa permainan tradisional yang
dapat dapat mengarahkan anak menjadi kuat secara fisik, mental, sosial
emosional, tidak mudah menyerah, bereksperimen, bereksplorasi. Contoh permainan
yang dapat membantu perkembangan kognitif anak adalah bermain petak umpet dalam
permainan ini anak akan diajak untuk berpikir dan menyusun strategi agar tidak
ditemukan oleh teman yang berjaga dan sebaliknya bisa menemukan tema lain yang
bersembunyi. Selain perkembangan motorik permaianan petak umpet ini juga
termasuk kedalam aspek perkembangan motorik karena anak harus bersikap aktiif
dalam setiap permainannya.
2.
Alternatif
Permainan selanjutnya adalah adalah permainan
balok permainan ini dapat membantu anak berfikir memecahkan masalah juga
membuat anak menjadi kreatif. Selain perkembangan kognitif permainan balok
tidak terlepas dari menstimulasi motorik halus anak Menurut Chambel permainan balok merupakan permainanyang merupakan aktifitas
otot besar dimana permainan ini dapatmengembangkan perkembangan koordinasi mata
dan tangan melatih ketrampilan motorik halus, melatih anak dalam pemecahanmasalah,
permainan yang memberikan anak kebebasan berimajinas,
sehingga hal-hal baru dapat tercipta
Wilayah Taksonomi Dalam Perencanaan
Perencanaan Pembelajaran
Wilayah taksonomi dalam perencanaan
pembelajaran tentunya tidak terlepas dari taksonomi bloom. Taksonomi bloom
dibagi menjadi 2 bagian yaitu sebelum revisi dan setelah revisi. Adapun
pengertian taksonomi bloom sendiri adalah kerangka pikir yang membagi
intruksional pendidikan menjadi 3 bagian kognitif (tujuan belajar yang
berorientasi pada kemampuan berpikir), afektif (tujuan belajar yang
berorientasi pada emosi, nilai, dan sikap), dan psikomotorik (tujuan belajar
yang berorientasi pada keterampilan motorik). Selain itu aspek intelektual sendiri
dibagi menjadi 6 bagian yaitu Pengetahuan (Kemampuan
mengingat dan mengenali konsep, prinsip, dan metodologi), Pemahaman (Kemampuan
mendemokrasikan, mengklasifikasi, dan membedakan fakta), Penerapan (Kemampuan untuk
menerapkan gagasan, rumus, dan teori), Analasis (Kemampuan
untuk menganalisis dan menstruktur sebuah data)
Sintesi (Kemampuan untuk mencari solusi sebuah masalah), Evaluasi (Kemampuan
untuk menilai solusi dan mempertimbangkan keefektifan).
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin maju. Dengan
demikian tentulah berpengaruh dalam segala aspek kehidupan salah satunya
pendidikan. Begitu pula dengan taksonomi, yang seirirng berkembanganya waktu
juga perlu di revisi dan direvisi agar tidak punah bahkan dilupakan oleh
generasi selanjutnya. Selanjutnya merupakan penjelasan mengenai taksonomi bloom
yang telah diperbarui. Sama seperti taksonomi bloom sebelum direvisi apabila di
bandingkan taksonomi bloom yang telah direvisi lebih mengutamakan perubahan
dalam kata kerja, yang awalnya kata benda menjadi kata kerja.
Sebagai
kata kerja operasional yang dikerjakan guru sebagai pedoman dan perencanaan
pendidikan, taksonomi bloom memiiki 2 manfaat yaitu Penyusunan indikator
pencapaian kompetensi dan Sebagai pedoman penilaian
Ruang Dan Waktu
Ruang
perlu ditata dan di rencanakan dengan baik karena rungan memengaruhi kenyaman
peserta didik dan guru dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Ruang lingkup
merupakan cakupan atau batasan kegiatan yang harus dilakukan oleh guru dan
siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan secara efektif dan
efisien.
Ruang lingkup tersebut meliputi;
materi, media, pendekatan-pendekatan, alokasi waktu, metode, pola pembinaan
terpadu, kompetensi dasar peserta didik dan evaluasi. Menurut
Moore (dalam Purwaningrum, 2006), anak-anak mempunyai persepsi tersendiri
terhadap ruang di sekolahnya, dimana terdapat dua jenis denah sekolah yaitu
denah terbuka dan ruang kelas tradisional (denah tertutup dengan banyak sekat,
dan layout furniture kaku). Sekolah dengan denah terbuka juga disebut sekolah
tanpa dinding, merupakan suatu konsep perencanaan, dengan pusat-pusat kegiatan
yang terbuka dari segi garis pandang visual dan sirkulasi. Di sekolah-sekolah
denah terbuka, anak-anak memiliki banyak zona belajar, menemui lebih banyak
guru, dan bekerja dalam keragaman ukuran kelompok yang lebih luas. Anak-anak
mempunyai lebih banyak pengertian tentang keseluruhan sekolah. Selain memperhatikan ruang, waktu
pelaksanaan juga perlu diperhatikan dan sangat penting ada beberapa dalam
mengatur waktu kegiatan kegiatan belajar mengajar tentunya harus menggunakan
semua waktu di runag kelas dengan baik.
SEKIAN TERIMAKASIH SEMOGA BERMANFAAT J
NAMA : JAMI’ATUS SA’ADAH
NIM : 210105110005
Komentar
Posting Komentar